tamax™Learning

-my study documentations-

ADSL (Asymetric Digital Subsriber Line)


ADSL mungkin salah satu istilah teknologi yang sering kita dengar akhir-akhir ini, seperti pada iklan layanan internet dari sebuah operator terkemuka di Indonesia. Pada kenyataannya teknologi ADSL tidak lah baru, karena telah ada sejak tahun 1989 oleh Perusahaan Bell Core. Namun, pada perkembangannya ADSL baru memasuki tahap riset dan pengembangan serius mulai tahun 1995. Kemudian mulai diimplementasikan ke banyak negara pada awal tahun 2000-an.
Konsep pertama yang perlu kita ketahui dari ADSL sebelum jauh masuk ke dalam teknologi itu sendiri adalah tentang akses broadband, yaitu metode pentransferan (pada kenyataannya di tumpangkan) data berkecepatan tinggi melalui jalur telepon kabel. ADSL berasal dari teknologi DSL, masih ada teknologi lain dalam keluarga DSL, disebut xDSL, antara lain HDSL, SHDSL, SSDSL,VDSL, IDSL dan sebagainya.


Berbicara ADSL sebenarnya adalah berbicara tentang teknologi modem, dimana didalamnya berisi proses pengubahan data melalui digital signal proccessing (DSP expert) tingkat lanjut dan modifikasi algoritma untuk disatukan melaui jalur telepon. Jauh kedalam, perbedaan antara modem ADSL dan modem konvensional adalah pada kecepatan transfer data. Pada modem konvensional (layanan dial up), kecepatan maksimum 56 kbps sedangkan pada ADSL berkisar 1,5 sampai 9 Mbps.
Perbedaan ini tentu saja disebabkan perbedaan penggunaan kisaran bandwith (lebar frekuensi) yang digunakan dalam teknologi akses tembaga. Pada modem konvensional bekerja di kisaran 4 khz sedangkan modem ADSL berada di atasnya, kisaran 34-1104 khz.

Family ITU Name Ratified Maximum speed capabilities

Teknologi xDSL

Tepatnya ADSL sendiri bekerja pada 512 kbps upstream dan 8Mbps downstream. Istilah kecepatan upstream dan downstream yang berbeda ini akan sering kita gunakan dan akan dibahas nanti.

Jaringan ADSL


ADSL circuit terhubung dengan perangkat ADSL modem di antara kedua ujungnya, didalam jalur tersebut terbentuk 3 kanal informasi: high speed downstream channel, a medium speed duplex channel, dan kanal POTS/ISDN. Di ujung jalur transmisi, kanal-kanal akan dipisahkan oleh filter, berupa spliter, sehingga antar layanan yang ada (ISDN dan ADSL) tidak akan saling menggangu. Kanal high speed berkisar 1,5-6,1 Mbps sedangkan duplex channel berkisar 16-832 kbps yang kemudian disatukan bersama sesuai sistem yang digunakan.
ADSL modem diimplementasikan pada standar hierarki Amerika Utara dan Eropa serta tersedia dalam berbagai kecepatan dan kemampuan. Konfigurasi minimal menawarkan 1,5 – 2,0 mbps downstream dan 16 kbps duplex channel , lainnya menyediakan kecepatan 6,1 Mbps dan 64 kbps duplex. Bahkan saat ini telah terdapat produk yang bernilai 8 Mbps downstream dan 640 kbps duplex. ADSL modem juga dapat menangani transport ATM (Asyncronous Transfer Mode) dengan kemampuan dan nilai berbeda sebaik internet protokol (IP).

Teknologi ADSL



Untuk membuat banyak kanal dalam satu jalur, ADSL modem membagi bandwith (pita frekuensi) telepon yang ada dengan 2 cara, yaitu Frequency Division Multiplexing (FDM) atau Echo Cancellation.
a. FDM menentukan 1 band untuk upstream data dan lainnya untuk downstream data. Kemudian downstream data dibagi lagi oleh TDM, satu sebagai high speed channel dan satu lagi sebagai low speed channels. Upstream path akan di multiplex sebagai low speed channel.
b. Echo cancelllation menentukan upstream band sebagai bagian yang keluar dari downstream path, yang kemudian diistilahkan sebagai local echo cancellation. Teknik ini biasa di gunakan pada v.32 dan v.34 modem.

Pada intinya, ADSL membagi daerah 4 khz untuk untuk POTS (Plain Old Telphone Services) dan DC di tiap ujungnya.ADSL modem mengatur penjumlahan data stream dengan memultiplexing downstream channel dan mengawasi channel bersama ke block dan menyalurkan kode koreksi error ke tiap block.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas kita dapat memahami tentang layanan broadband , yaitu membagi jalur yang ada untuk layanan baru tanpa menggangu layanan pendahulu. Dimana dalam konteks ADSL, layanan baru adalah pengiriman data berkecepatan tinggi sedangkan layanan lama adalah voice pada jaringan kabel tembaga.
Tentu saja kehadiran teknologi ADSL ini mampu menghadirkan layanan informasi dan multimedia berkecepatan tinggi langsung pada tiap pelanggan dengan memanfaatkan jaringan yang telah ada ataupun ekspansi jaringan baru. Tidak menutup kemungkinan, ADSL akan menjadi senjata baru bagi operator telekomunikasi penyedia jaringan kabel untuk menawarkan akses internet berkualitas sekaligus menyambung ”nyawa” jaringan telepon kabel yang semakin menurun popularitasnya.


Dokumen ini dibuat oleh
Baran Abdaha
111050053
STT Telkom Bandung

2 comments

  1. Unknown  

    Mas ada yang mau aku tanyakan ni, bisa gak jalur telpnnya 1 tapi bisa dishare 2 buah modem yg sama. kan kalau pake splitter bisa bagi 2 jalur telepn yg sama, tolong dong mohon pencerahannya

  2. DONI BLOG  

    Gag bisa mas kalo jalur telpon nya satu iy modem satu mas gag bisa doubel mas

Post a Comment

diD y0u kN0w?

http://www.o-om.com Did You Know... »»

diGiTaL cLocK

frEE cHats


Free chat widget @ ShoutMix

aRchiEvEs

Categories

tamaxLearning

pRofile

My photo
Menamatkan pendidikannya dari sekolah yang identik dengan tukang telepon. Punya rasa ingin tahu yang besar pada ICT dan Telekomunikasi. Biasa menghabiskan waktu luangnya di banyak halaman forum, portal berita & jejaring sosial pastinya.

GoogLe fEatuRe